dupersol
EMAIL US

dupersol.id[et]gmail.com

0812-1111-6181

DUPERSOL – 804 RADIATOR COOLANT

Formula khusus sebagai  zat pendingin untuk mencegah terjadinya  panas berlebihan  dan pembekuan yang terjadi pada sistim pendingin (Radiator).

Radiator coolant, juga dikenal sebagai cairan pendingin, adalah cairan yang digunakan untuk menjaga suhu mesin kendaraan agar tetap stabil. Cairan ini melindungi mesin kendaraan dari overheat dan kerusakan yang disebabkan oleh panas berlebih.

Fungsi Radiator Coolant

Fungsi Radiator Coolant Radiator coolant berfungsi untuk menjaga mesin kendaraan tetap dingin dan mencegah mesin dari overheat atau kepanasan. Overheat dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin kendaraan dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Cairan ini mengalir melalui sistem pendingin kendaraan dan menyerap panas dari mesin sebelum dipompakan kembali ke radiator untuk didinginkan. Cairan radiator ini juga dapat membantu mencegah korosi pada sistem pendingin dan mencegah pembekuan pada suhu yang rendah.

Jenis Radiator Coolant

Jenis-Jenis Radiator Coolant Ada beberapa jenis radiator coolant yang tersedia di pasaran, dan setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis radiator coolant yang umum digunakan:

  1. Ethylene Glycol: Ini adalah jenis radiator coolant yang paling umum digunakan. Cairan ini dapat digunakan pada mesin kendaraan dengan suhu operasi yang tinggi, tahan lama, dan memberikan perlindungan dari korosi.
  2. Propylene Glycol: Jenis radiator coolant ini merupakan alternatif untuk ethylene glycol. Cairan ini memiliki titik beku yang lebih tinggi dan kurang beracun, sehingga lebih aman untuk digunakan pada kendaraan dengan mesin yang lebih sensitif atau lingkungan yang lebih ramah lingkungan.
  3. Air: Dalam keadaan darurat, air dapat digunakan sebagai pengganti radiator coolant. Namun, air tidak mengandung zat tambahan seperti anti-freeze atau anti-korosi sehingga mesin menjadi lebih rentan terhadap kerusakan.

Cara Penggunaan Radiator Coolant Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti dalam menggunakan radiator coolant:

  1. Pastikan mesin kendaraan dalam keadaan dingin sebelum mengisi coolant. Jangan pernah mencampur radiator coolant dengan mesin yang masih panas.
  2. Cari dan buka tutup radiator atau tangki coolant.
  3. Isi radiator atau tangki coolant dengan radiator coolant. Pastikan untuk memperhatikan tingkat cairan dan jangan melebihi batas yang ditentukan.
  4. Tutup kembali tutup radiator atau tangki coolant.
  5. Jalankan mesin kendaraan selama beberapa menit dan periksa apakah tingkat cairan masih mencukupi. Jangan terlalu mengisi tangki radiator coolant agar tidak membanjiri atau mengakibatkan masalah pada sistem pendingin.
  6. Selalu periksa tingkat cairan coolant secara teratur dan pastikan untuk mengganti coolant pada interval yang disarankan oleh produsen kendaraan.

Catatan: Pastikan untuk menggunakan radiator coolant yang sesuai dengan kendaraan Anda dan mengikuti instruksi pada kemasan dengan benar. Jangan mencampur radiator coolant berbeda jenis, karena dapat menyebabkan kerusakan pada sistem

Berikut adalah beberapa kata kunci yang dapat digunakan untuk mencari produk radiator coolant:

  • Radiator coolant
  • Cairan pendingin
  • Anti-freeze
  • Coolant untuk mobil
  • Coolant untuk kendaraan
  • Ethylene Glycol
  • Propylene Glycol
  • Air radiator coolant
  • Coolant engine
  • Radiator fluid.

Perbedaan radiator coolant ready tou use dan concentrate

Radiator coolant tersedia dalam dua bentuk yaitu “ready-to-use” dan “concentrate”. Berikut adalah perbedaan antara keduanya:

  1. Kandungan air: Radiator coolant concentrate memiliki kandungan air yang lebih sedikit daripada radiator coolant ready-to-use. Ini berarti bahwa saat menggunakan concentrate, pengguna harus menambahkan air ke dalam campuran sesuai dengan perbandingan yang ditentukan.
  2. Daya tahan: Radiator coolant concentrate cenderung lebih tahan lama daripada ready-to-use. Ini karena ready-to-use biasanya mengandung zat tambahan seperti air dan pengawet, yang dapat mengurangi masa pakai coolant.
  3. Harga: Radiator coolant concentrate biasanya lebih mahal daripada ready-to-use, karena mengandung lebih sedikit zat tambahan dan air. Namun, perlu diingat bahwa pengguna perlu menambahkan air ke dalam concentrate.
  4. Kemudahan penggunaan: Radiator coolant ready-to-use lebih mudah digunakan daripada concentrate karena tidak memerlukan pencampuran dengan air. Sebaliknya, concentrate memerlukan waktu dan usaha untuk mencampurkan coolant dengan air dalam perbandingan yang tepat.

Pilihan antara menggunakan radiator coolant ready-to-use atau concentrate tergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna. Jika pengguna ingin kemudahan penggunaan, maka radiator coolant ready-to-use bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika pengguna ingin menghemat uang dan lebih memilih daya tahan coolant yang lebih lama, maka concentrate bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

error: