dupersol
EMAIL US

dupersol.id[et]gmail.com

0812-1111-6181

perbedaan iso vg dan sae

Perbedaan ISO VG dan SAE pada Oli Pelumas

Pengertian ISO VG dan SAE

ISO VG dan SAE adalah dua standar yang digunakan untuk mengklasifikasikan oli. Meskipun keduanya digunakan untuk memberikan informasi tentang viskositas oli, ada beberapa perbedaan penting antara keduanya.

ISO VG adalah singkatan dari International Standards Organization Viscosity Grade, sementara SAE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers. ISO VG mengukur viskositas oli pada suhu 40 derajat Celsius, sedangkan SAE mengukur viskositas pada suhu yang berbeda tergantung pada kelasnya. SAE biasanya digunakan untuk oli kendaraan dan membagi oli ke dalam kelas SAE 0 hingga 60, sedangkan ISO VG digunakan untuk oli industri dan membagi oli ke dalam kelas VG 2 hingga 1500.

Penggunaan ISO VG dan SAE

Penting untuk dipahami bahwa meskipun keduanya digunakan untuk mengukur viskositas oli, klasifikasi ISO VG dan SAE tidak sama. Oleh karena itu, penting untuk memilih oli yang sesuai dengan aplikasi yang dimaksud. Oli dengan viskositas yang tidak sesuai dengan aplikasi dapat menyebabkan masalah seperti gesekan berlebih, kerusakan mesin, atau pengurangan efisiensi mesin.

Selain itu, ISO VG dan SAE juga berbeda dalam cara mereka menunjukkan viskositas oli. ISO VG menunjukkan rentang viskositas oli dalam cSt (centistokes), sedangkan SAE menunjukkan angka tunggal yang menunjukkan viskositas kinematik oli pada suhu tertentu.

Perbedaan antara ISO VG dan SAE adalah bahwa ISO VG digunakan untuk oli industri dan mengukur viskositas pada suhu 40 derajat Celsius, sedangkan SAE digunakan untuk oli kendaraan dan membagi oli ke dalam kelas SAE 0 hingga 60 dan mengukur viskositas pada suhu yang berbeda tergantung pada kelasnya. Penting untuk memilih oli yang sesuai dengan aplikasi yang dimaksud untuk menghindari masalah dan kerusakan mesin.

Baca Juga :   Oli untuk Mesin Drill: Apa yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan SAE dan ISO VG

ISO VG dan SAE adalah standar yang digunakan untuk mengukur viskositas minyak pelumas atau oli. Berikut adalah perbedaannya:

  1. ISO VG: ISO VG adalah standar Internasional untuk viskositas minyak pelumas (ISO VG 46, ISO VG 68, dll). Standar ini menentukan viskositas minyak pelumas pada suhu 40°C dan berdasarkan pada standar ISO 3448.
  2. SAE: SAE adalah standar dari organisasi SAE International (Society of Automotive Engineers) yang menentukan spesifikasi untuk oli mesin. Standar SAE menentukan viskositas oli mesin pada suhu yang berbeda, seperti suhu operasi mesin atau suhu lingkungan, dan menggunakan metode pengujian yang berbeda dari ISO VG.

Kesimpulannya, ISO VG memberikan informasi tentang viskositas minyak pelumas pada suhu tertentu, sementara SAE memberikan informasi tentang viskositas oli mesin pada suhu yang berbeda dan dalam konteks aplikasi tertentu. Dalam pemilihan oli mesin, baik ISO VG maupun SAE harus dipertimbangkan untuk memastikan bahwa oli yang dipilih memiliki viskositas yang sesuai dengan kebutuhan mesin.

error: